"ini bukan pelarian!!", teriakmu..
senyuman mu, entah kenapa menoreh perih yang dalam
tatap nanar mu membuatku gundah tak tentu arah
kamu datang pagi itu, tersenyum kepada ku
tapi pedih, kata mu
mari sini menangis di pelukku
karena aku akan selalu ada untuk mu..
dan kaupun datang melaju larut dalam dekap angin lalu
hujan telah meluruh luka dan borok sayat bilah bambu itu, sayang
kemari lah, jangan ragu
aku masih disini setia menantimu
tapi entah badai telah meraibkan semuanya
kamu tak datang sama seperti dulu
senyummu makin pedih, bahkan merobek luka yang ku sangka telah hilang
aku bahkan tak mengenali lagi tatap mata mu..
mungkin, aku yang telah berubah
Minggu, 21 April 2013
---
Label: random
Senin, 28 Januari 2013
kenangan
selintas diriku terhempas pada satu tempat yang kukenal...
deretan bangku dan meja
canda tawa dan riuh ceria mereka
serta sekelebat bayang mereka di sana
sesaat kemudian, anganku kembali terpaku pada kenyataan
layar monitor yang masih berkedip
kini menampakkan kelebatan screen saver yang
seharusnya melukiskan senyuman
tapi
hampa
kembali terlempar pada suatu momentum
saat matahari pagi tengah berlomba dengan kami
berlarian dalam pakaian putih biru
semangat muda
yang kini tergerus entah kemana
saat bayang impian masih menggantung dengan gembira
detik jarum jam mengembalikan aku pada nyata ku
pada deru roda yang berputar di luar jendela
pada nyaringnya sirene perlintasan kereta yang menjerit di malam gelap
hanya tersenyum memandangi lembar-lembar gambar pada layar
tiba-tiba set lokasi berpindah ke taman itu
saat harus menjawab tawaran yang pernah dinanti namun telah dikubur dalam
berlalu ke dalam sebuah kendaraan laju di siang terik
saat kembali kepastian itu ditentukan
dan hanya ada harap semu yang terucap
aish,
langkah kaki itu pun membuyarkan kenangan itu
yang melompat-lompat
seolah tak ingin mereka diingat hanya sebagai kenangan
yang terikat tersimpan terlalu rapi di dalam
peti
saatnya kembali ke realiti
*sekedar lompatan imaji yang kembali*






