"ini bukan pelarian!!", teriakmu..
senyuman mu, entah kenapa menoreh perih yang dalam
tatap nanar mu membuatku gundah tak tentu arah
kamu datang pagi itu, tersenyum kepada ku
tapi pedih, kata mu
mari sini menangis di pelukku
karena aku akan selalu ada untuk mu..
dan kaupun datang melaju larut dalam dekap angin lalu
hujan telah meluruh luka dan borok sayat bilah bambu itu, sayang
kemari lah, jangan ragu
aku masih disini setia menantimu
tapi entah badai telah meraibkan semuanya
kamu tak datang sama seperti dulu
senyummu makin pedih, bahkan merobek luka yang ku sangka telah hilang
aku bahkan tak mengenali lagi tatap mata mu..
mungkin, aku yang telah berubah
Minggu, 21 April 2013
---
Label: random
Subscribe to:
Postingan (Atom)



