kau selalu di hatiku, bersemayam dalam kalbu
kurang lebih seperti itulah dirimu untuk ku
sampai kapan pun akan sangat sulit buatku melepaskan dirimu seutuhnya
kadang aku merindukan kehadiranmu, sangat merindumu
terkadang pula aku mengharap dirimu tak pernah hadir dalam kehidupan ku
inikah benci tapi rindu
ataukah rindu tapi membenci
mungkin aku hanyalah tak mampu jujur pada perasaan ku sendiri
mungkin aku yang tak mampu merengkuhmu kembali dan berucap maaf
namun pergilah, bebas melanglang buana bersama jutaan asa yang pernah kita reka bersama
karena masing masing diri kita mengerti sepenuhnya
bahwa ranting pohon yang pernah kita patahkan, takkan pernah menumbuhkan tunas yang sama lagi serupa
ku hanya ingin dirimu mengerti
bahwa sampai kapanpun, kau kan selalu di hatiku
...aku memaafkan kita, walau mungkin terlalu terlambat...




0 komentar:
Posting Komentar